Daftar Blog Saya

Rabu, 01 Agustus 2012

BAB III METODE PENELITIAN (my 1st chapter : Dasar-Sumber data Penelitian)


A.    Dasar Penelitian
Dasar penelitian dalam “Kajian Fenomenologi mengenai Upaya Pelestarian Batik Batang sebagai Warisan Budaya Masyarakat” ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data-data yang diambil dalam penelitian ini berupa data-data deskriptif yang menggambarkan upaya-upaya pelestarian Batik Batang dengan melihat makna, fenomena serta kendala-kendala yang menyertainya. Pendekatan fenomenologi penulis gunakan dalam penelitian dengan memfokuskan diri dan mengeksplorasi pengalaman yang disadari oleh pihak-pihak terkait yang mempunyai peranan dalam upaya pelestarian batik Batang. Penulis memfokuskan diri dan mengeksplorasi pengalaman yang disadari oleh pihak-pihak terkait yang mempunyai peranan dalam upaya pelestarian batik Batang. Penulis menggunakan asumsi dasar pendekatan fenomenologi dengan berpegangan bahwa manusia dalam berilmu pengetahuan tidak lepas dari pandangan moral, baik pada taraf mengamati, menghimpun data, menganalisis dan membuat kesimpulan mengenai upaya pelestarian batik Batang. Penulis berusaha memahami bagaimana para pelaku upaya pelestarian batik Batang membangun makna terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan berdasarkan kesadaran atas pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
Penulis memandang upaya pelestarian batik Batang dalam suatu konteks yang natural. Penulis melihat kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan upaya pelestarian batik Batang dari sudut pandang pelaku kegiatan dan bukan dari sudut pandang penulis. Penulis melakukan penelitian dalam suatu konteks yang natural salah satunya dengan membaurkan diri dalam proses kegiatan pembuatan batik Batang di pekarangan rumah bapak Abdul Majid yang melibatkan seluruh pekerja di tempat pembuatan batik Batang tersebut. Penulis mengamati proses tanpa mengganggu kegiatan di lokasi penelitian. Penulis melihat dan mengamati secara langsung kegiatan yang ada di lapangan.  Penulis mendapati para pekerja melakukan proses pembuatan batik Batang dengan cermat dan teliti agar tidak terjadi kesalahan dalam kegiatan pembuatan yang mereka lakukan. Penulis melihat adanya pembagian tugas serta kerjasama yang cukup baik diantara para pekerja dalam proses yang dilakukan untuk menghasilkan lembaran kain batik Batang yang berkualitas. Penulis dalam hal ini dapat mengetahui proses pembuatan kerajinan batik Batang sekaligus mengetahui unsur-unsur yang membedakan antara proses pembuatan batik Batang dengan proses pembuatan batik-batik di daerah lainnya.
Penulis melakukan penelitian dalam kajian fenomenologi mengenai upaya pelestarian batik Batang sebagai warisan budaya masyarakat secara holistik. Penelitian dilakukan secara menyeluruh dengan mencari data dari berbagai sumber mengenai upaya pelestarian batik Batang, faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta solusi-solusi yang dilakukan terhadap faktor-faktor penghambatnya. Sumber data dalam penelitian ini meliputi para pemilik tempat pembuatan batik Batang, para pekerja di tempat pembuatan kerajinan batik Batang, pemasar batik Batang, pemerintah Kabupaten Batang serta masyarakat Batang yang turut berperan dalam upaya pelestarian batik Batang. Para pemilik tempat pembuatan batik Batang pada umumnya mempunyai pengetahuan yang cukup banyak tentang batik Batang terutama mengenai proses pembuatan batik Batang sehingga mampu memberikan pembelajaran untuk melakukan proses pembuatan batik Batang. Para pemilik tempat pembuatan batik Batang pada umumnya memiliki informasi, pengetahuan dan juga jaringan yang luas dalam kaitannya dengan batik Batang. Para pengrajin batik Batang merupakan orang-oran yang secara langsung melaksanakan proses pembuatan batik Batang. Para pemasar batik Batang menjadi pihak yang memiliki jaringan pemasaran batik Batang dan mempunyai peranan dalam mengusahakan agar batik Batang tetap memiliki pasar dan konsumen sehingga batik Batang dapat terus diproduksi dan dilestarikan. Pemerintah Kabupaten Batang merupakan pihak yang turut mengusahakan agar batik Batang dapat terus dilestarikan. Masyarakat Batang merupakan masyarakat yang memiliki warisan budaya batik Batang. Pihak-pihak lain yang memiliki peranan dalam upaya pelestarian batik Batang merupakan pihak yang turut memperkenalkan batik Batang kepada khalayak umum.
Penulis mendudukkan objek penelitian dalam suatu konstruksi ganda dengan mencari data dari berbagai sudut pandang melalui beberapa sumber mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan upaya pelestarian batik Batang. Bapak Abdul Majid selaku salah seorang pemilik tempat pembuatan batik Batang mengungkapkan bahwa beliau mengembangkan usaha pembuatan batik Batang guna meneruskan tradisi keluarga yang sudah menjadi tumpuan ekonomi kelurga secara turun temurun. Pak Burhan berpendapat bahwa batik Batang merupakan potensi budaya daerah yang dapat diandalkan dalam dunia bisnis karena kualitas dari kain batik Batang dapat bersaing dengan batik-batik yang berasal dari daerah lainnya. Penulis dengan melihat ungkapan-ungkapan diatas mengambil kesimpulan bahwa pelaku-pelaku usaha yang turut berperan dalam upaya pelestarian batik Batang dapat menjadikan baitk Batang sebagai komoditas usaha, dan pada umumnya pelaku-pelaku usaha tersebut mengenal batik Batang karena lingkungan keluarga mereka mengenal batik Batang.
Pendekatan fenomenologi yang dilakukan dalam penelitian ini melakukan pemahaman masalah atau gejala melalui sudut pandang orang-orang yang secara langsung terlibat dalam upaya pelestatian batik Batang. Penulis dengan pendekatan fenomenologi berusaha memahami upaya pelestarian batik Batang dan hal-hal lain yang terkait dengan upaya pelestarian batik Batang berdasarkan konstruksi pemikiran dari orang-orang yang secara langsung terlibat di dalamnya.
B.     Fokus Penelitian
Fokus dalam penelitian ini adalah upaya pelestarian batik Batang, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat upaya pelestarian batik Batang, serta solusi-solusi terhadap faktor-faktor penghambat upaya pelestarian batik Batang. Indikator dalam penelitian ini meliputi : gambaran umum lokasi penelitian, gambaran umum mengenai batik Batang, pandangan dan alasan mengapa batik Batang kurang begitu dikenal oleh sebagian masyarakat Batang sendiri, upaya pelestarian batik Batang, faktor-faktor pendukung dan penghambat upaya pelestarian batik Batang, serta solusi terhadap faktor-faktor penghambat upaya pelestarian batik Batang.
C.    Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah tempat-tempat pusat kerajinan batik Batang yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Lokasi tersebut dipilih karena di lokasi tersebut setidaknya terdapat 8 pusat tempat pembuatan batik Batang serta terdapat pihak-pihak yang berperan dalam upaya pelestarian batik Batang, sehingga memungkinkan peneliti untuk dapat memperoleh informasi yang lengkap dan sesuai.
D.    Sumber data
Data penelitian ini penulis peroleh dari berbagai sumber. Sumber data penelitian ini berupa kata-kata, tindakan dan data tambahan tambahan seperti dokumen profil Kabupaten Batang dan arsip dokumen seminar pengembangan batik Batang.
1.    Sumber Data Primer
Data primer diperoleh penulis secara langsung melalui proses wawancara dan pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek penelitian ataupun informan terkait dengan upaya pelestarian batik Batang.
a.    Subjek penelitian
Subjek penelitian ini terdiri dari individu-individu tertentu yang diwawancarai oleh penulis untuk kepentingan penelitian karena yang benar-benar mengetahui objek yang diteliti. Pertimbangan penentuan subjek penelitian dimaksudkan untuk memperoleh data yang memang benar-benar dibutuhkan mengenai upaya pelestarian batik Batang. Subjek penelitian ini yang merupakan pusat perhatian atau sasaran sebagai subjek dalam penelitian ini terdiri dari para pemilik tempat pembuatan batik Batang, para pengrajin batik Batang, pemasar batik Batang, serta pihak-pihak lain yang turut berperan dalam upaya pelestarian batik Batang. Pemilihan atau penentuan subjek penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang memang benar-benar dibutuhkan dalam penelitian ini. Subjek dalam penelitian terdapat dalam daftar tabel berikut:
Tabel 1. Daftar Subjek Penelitian
No
Nama
Jenis kelamin
Usia
Keterangan
1.

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13
Kunarudi

Abdul Majid

Ibu Komariyah

Tegar Rahmawan

Arifianto

Ahmad Toha

Slamet Budiarto

Santoso

Agus Zaenuddin

Burhan

Kharis Eka  P.

Bramantya Panji

Dwi Janar
L

L

P

L

L

L

L

L

L

L

P

L

L
60

62

56

22

28

39

27

28

21

41

21

17

30


Pemilik tempat pembuatan batik Batang di Kauman
Pemilik tempat pembuatan batik Batang di Bogoran
Pengrajin batik Batang

Pekerja pembuatan batik

Pekerja pembuatan batik

Pekerja pembuatan batik

Pekerja pembuatan batik

Pengusaha batik Batang

Pemasar batik Batang

Pemasar batikBatang

Mahasiswa Jurusan Tata Busana
Siswa SMA 1 Batang
Masyarakat Batang Peserta Parade Seni Budaya
 (Sumber : pengolahan data primer bulan Juli 2012)
Penentuan subjek penelitian dalam tabel diatas dilakukan dengan pertimbangan untuk mendapatkan yang lengkap dari berbagai sudut pandang. Para pemilik tempat pembuatan batik Batang penulis jadikan sebagai subjek penelitian dengan pertimbangan bahwa para pemilik tempat pembuatan batik Batang pada umumnya memiliki informasi, pengetahuan dan juga jaringan yang luas dalam kaitannya dengan batik Batang sehingga mempuyai banyak pengalamman. Penulis menjadikan Bapak Kunarudi dan Bapak Abdul Majid yang masing-masing memiliki tempat pembuatan batik Batang sebagai subjek penelitian dalam penelitian ini dengan mempertimbangkan keberagaman data yang dapat penulis peroleh berdasarkan lama berdirinya tempat dan juga jumlah tenaga kerja yang turut berperan dalam upaya pelestarian batik Batang melalui tempat-tempat pembuatan batik Batang tersebut.
Penulis menjadikan para pengrajin batik Batang sebagai subjek penelitian karena mempunyai peranan langsung dalam upaya pelestarian batik Batang dengan melakukan proses pembuatan batik Batang. Penentuan para pengrajin batik Batang yang penulis jadikan sebagai subjek penelitian mengambil pertimbangan berdasarkan lamanya para pengrajin batik Batang tersebut berkecimpung di dalam dunia  pembuatan batik Batang agar penulis dapat memperoleh data yang  lebih lengkap dan juga bergam.
Ibu Komariyah sebagai pengrajin batik tulis khas Batang sudah mulai membatik sejak muda, oleh karena itu Ibu Komariyah sudah mempunyai banyak pengalamanan dan pengetahuan mengenai batik Batang dan upaya pelestariannya. Saudara Tegar Rahmawan yang baru 3 bulan bekerja di tempat pembuatan batik Batang mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang berbeda dengan Saudara Slamet Budiarto dan saudara Arifianto yang sudah bekerja di tempat pembuatan batik Batang selama 2 tahun dan 3 tahun. Perbedaan pengalaman dan pengetahuan dari setiap subjek penelitian di atas memberikan informasi yang lebih lengkap dan beragam untuk dapat dijadikan data dalam penelitian mengenai upaya pelestarian batik Batang. Saudara Ahmad Toha penulis jadikan sebagai subjek penelitian karena saudara Ahmad Toha mempunyai gelar sarjana dan sudah hampir 3 tahun bekerja di tempat pembuatan batik Batang dengan pertimbangan bahwa saudara Ahmad Toha dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dalam bahasa yang akademis.
Pertimbangan untuk menentukan para pemasar batik Batang yang dijadikan sebagai subjek penelitian berbeda dengan pertimbangan yang dilakukan terhadap para pengrajin batik Batang. Pertimbangan penentuan para pemasar batik Batang yang dijadikan sebagai subjek penelitian menggunakan dasar luasnya jaringan pasar yang dimiliki pihak pemasar batik Batang tersebut. Bapak Burhan yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir Pengrajin dan Handy Craft mempunyai jaringan internasional dan sering memperkenalkan batik Batang kepada khalayak umum dengan menampilkan ciri khas batik Batang di setiap pameran nasional maupun pameran internasional yang diikuti. Saudara Agus Zaenuddin sebagai seoarang pemuda asal Batang juga sudah mempunyai jaringan yang luas dalam pemasaran batik Batang. Saudara Agus Zaenuddin sekarang ini juga sudah mendirikan toko baju batik yang khusus menjual baju batik Batang di daerah Karawang. Saudara Susanto dijadikan sebagai subjek penelitian karena sudah mempunyai jaringan luar kota dalam pemasaran batik Batang.
Saudari Kharis Eka Pratiwi merupakan mahasiswi Jurusam Tata Busana Unnes yang penulis jadikan sebagai subjek penelitian karena saudari Kharis Eka Pratiwi turut berperan dalam upaya pelestarian Batik Batang dengan menggunakan batik Batang dalam rancangan busana yang ditampilkan pada Acara Gelar Karya Busana bertema warisan kebudayaan. Pertimbangan untuk menentukan saudara Bramantya Panji dan saudara Dwi Janar karena saudara Bramantya Panji menjadi peserta workshop membatik, sedang keduanya saudara Dwi Janar merupakan peserta parade seni budaya.
2.      Informan
Informan dalam  penelitian dipilih dari beberapa orang yang betul-betul dapat dipercaya dan mengetahui banyak hal mengenai objek yang diteliti. Informan dalam penelitian ini antara lain para pengrajin batik Batang, pemasar batik Batang, pemerintah Kabupaten Batang serta masyarakat Batang yang turut berperan dalam upaya pelestarian batik Batang. Pertimbangan penentuan informan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang bervariatif dan memang benar-benar dibutuhkan dalam penelitian. Informan yang menjadi sumber data penelitian ini terdaftar dalam tabel berikut :
Tabel 2. Daftar Informan Sumber Data Penelitian
No
Nama
Jenis kelamin
Usia
Keterangan
1.

2


3

4

5

6

7
Anik

Dessy Firdha


Eman Tri Warsono

Nazzarudin

Sunardi

Priyo Himawan

Astuti Nur Azizah
P

P


L

L

L

L

P
26

23


54

51

50

22

20
Staf pelayanan pemasaran batik Batang
Mahasiswa dari Batang yang turut memasarkan batik Batang
Pegawai Disperindag Kab. Batang
Pegawai Disperindag Kab. Batang
Pegawai Disbudpar Kab. Batang
Masyarakat Batang

Masyarakat Batang
(Sumber : pengolahan data primer bulan Juli 2012)
Penentuan informan dalam tabel diatas dilakukan dengan pertimbangan untuk mendapatkan keberagaman informasi dari berbagai sudut pandang. Penulis dalam menentukan informan dari pihak Pemerintah Kabupaten Batang mengambil pertimbangan berdasarkan upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk melestarikan batik Batang serta pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh informan dalam upaya pelestarian batik Batang.  Bapak Sunardi sebagai informan yang bekerja sebagai Kepala Bidang Seni dan Bahasa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batang merupakan salah satu pihak yang dapat memberikan informasi kepada penulis mengenai upaya pelestarian batik Batang. Bapak Eman Tri Warsono dan Bapak Nazzarudin sebagai Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batang juga dapat memberikan banyak informasi kepada penulis mengenai peranan Pemerintah Kabupaten Batang dalam upaya pelestarian batik Batang.
Saudara Priyo Himawan sebagai mahasiswa yang berasal dari daerah Batang yang cukup tertarik dengan perihal budaya daerah menjadi informan dalam penelitian ini karena dapat memberikan informasi yang penulis butuhkan dalam pengumpulan data penelitian ini. Penentuan sauadari Astuti Nur Azizah sebagai iforman dalam penelitian ini menggunakan pertimbangan bahwa saudari Astuti merupakan Pradana Putri Pramuka di Pangkalan SMA Negeri 1 Batang ketika Pramuka di Pangkalan SMA Negeri 1 Batang melakukan kegiatan kunjungan ke tempat  pembuatan batik Batang untuk melakukan peneliitian dan belajar membuat kerajinan Batik Batang.
3.   Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini berupa sumber tertulis, foto, arsip atau dokumen. Sumber data tertulis yang penulis gunakan sebagai data tambahan adalah Dokumen Profil Kabupaten Batang yang diperoleh dari website resmi Pemerintah Kabupaten Batang. Penulis juga menggunakan dokumen eksternal seperti hasil-hasil penelitian terdahulu yang mendukung penulis dalam penelitian, yaitu skripsi yang di tulis oleh Pipit Tanjung Biki pada tahun 2009 dengan Judul Sejarah Perkembangan Kerajinan Batik Di Tinjau Dari Sosial Budaya di Kabupaten Batang tahun 1968-1973. Dokumen lain adalah presentasi materi seminar mengenai batik Batang yang disampaikan oleh Kwan Hwie Liong (William Kwan HL) pada tahun 2010 dengan judul Sebuah Upaya Awal Penggalian dan Pengembangan Budaya Batik di Kabupaten Batang.
Dokumen foto yang penulis gunakan untuk mendukung tulisan ini berupa foto pribadi yang penulis dokumentasikan sendiri pada saat observasi dan kegiatan penelitian atau wawancara sedang berlangsung. Foto dokumentasi yang penulis hasilkan berupa foto batik Batang, kegiatan pembuatan kerajinan batik Batang, model-model pakaian dari kain batik Batang dan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan upaya pelestarian batik Batang. Penulis juga menggunakan dokumen foto berupa gambar-gambar batik Batang yang penulis dapatkan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batang guna mendukung kelengkapan data penelitian penulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar